Endang Misbach, Guru yang saya kagumi

Nama saya ‘Sekar Ningrum Anggraeni’ dan saya bersekolah di SMA Negri 1 Citeureup,Berbicara mengenai pengabdian seorang guru,profesi guru merupakan profesi yang mulia. Sering kita dengar ungkapan “Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, mendengar hal tersebut pastinya kita meyakini akan hal tersebut karena dari guru kita mendapatkan ilmu yang sangat berharga yang tidak dapat dibalas dengan apapun. Ungkapan “Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”
merupakan suatu ungkapan yang tepat untuk seorang guru. Bahkan seorang penyair bernama ‘Sjauki’ menciptakan suatu kata-kata mutiara untuk sang guru “ Berdiri dan hormatilah guru dan berilah penghargaan , karena seorang guru hampir saja merupakan seorang Rasul”. Dari kata mutiara tersebut dapat kita lihat betapa mulianya tugas seorang guru, jadi wajarlah jika guru mendapatkan julukan yang tidak akan pernah ditemukan pada profesi lainnya.  Julukan itu perlu dilestarikan dengan pengabdian  yang tulus ikhlas, dan dengan motivasi kerja untuk membina watak dan prilaku anak didik.

Seorang guru yang mengabdikan hidupnya untuk mendidik dan mencerdaskan anak bangsa,dan tak henti-hentinya tanpa rasa bosan mengajarkan ilmu yang ia miliki kepada murid-muridnya merupakan gambaran bagi seorang guru yang  telah mengabdikan hidupnya sebagai guru selama kurang lebih 21 tahun,ia adalah guru yang memiliki nama lengkap ‘Endang Misbach Kurniawan’,dan beliau adalah seorang guru bidang study ‘Kimia’ di Sekolah Menengah Atas (SMA) dimana tempat saya bersekolah,beliau merupakan salah satu guru favorit saya,karena menurut saya beliau sangat berdedikasi dan professional dalam menekuni profesinya sebagai guru. Hal tersebut beliau tunjukan dari cara mengajarnya  yang sangat menarik,mudah dipahami  dan tidak membosankan.Guru kelahiran Tasikmalaya, 4 Januari 1968 ini mengaku, bahwa ia telah berhasil menamatkan kuliahnya yang mengambil jurusan ‘Kimia’ di  Universitas Padjajaran (UNPAD) pada tahun 1992,dan Beliau mengawali profesinya sebagai guru yaitu sejak  1 Februari 1993, beliau pertama kali mengajar yaitu di SMA Negri 3 Sumbawa Besar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), bukan hal yang mudah bagi guru yang kerap di sapa dengan nama ‘pak Endang’ ini jika harus mengajar di tempat yang sangat jauh dari keluarga,akan tetapi demi mengemban tugasnya yakni  sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ia harus siap ditugaskan mengajar di Provinsi Nusa Tenggara Barat,hal tersebut tidak menyurutkan semangat bapak dari satu orang anak ini untuk tetap mengajarkan ilmunya pada murid-muridnya.Setelah 7 tahun lamanya ‘pak Endang ‘ mengajar di SMA Negeri 3 Sumbawa Besar,kemudian  pada pertengahan tahun 2001 beliau ditugaskan untuk mengajar di SMA Negri 1 Citeureup,Kabupaten Bogor,Provinsi Jawa Barat,hingga sampai saat ini.Akhirnya guru yang memiliki hobby karaoke itu memutuskan untuk tinggal menetap di kota Citeureup,dan kini pak Endang tinggal di Kompleks  Perumahan Anggareni Blok B6 no.21 Rt.02/11,kelurahan Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup,Kabupaten Bogor.Beliau juga telah dikaruniai seorang anak yang bernama ‘Mellynda Nurani Shafira’ dari seorang istri tercintanya yang bernama ‘Karlia Maisaroh’.

Pandangan saya terhadap guru yang mempunyai karakter tegas tetapi humoris itu adalah beliau merupakan guru yang patut diteladani dan dicontoh,mengapa? Karena menurut saya ‘pak Endang’ itu seseorang yang sangat disiplin,hal ini berdasarkan pengalaman saya yang pernah terlambat datang kesekolah yang hanya terlambat sekitar  2 menit,akan tetapi naas bagi saya, hari itu ‘pak Endang’ lah yang bertugas sebagai guru piket di sekolah saya.Tanpa saya duga saya tidak diperkenankan masuk ke dalam sekolah sehubungan dengan keterlambatan saya, padahal selama saya bersekolah di sekolah tersebut baru pertama kalinya saya terlambat, itu pun hanya terlambat 2 menit saja dikarenakan saya bangun kesiangan,meskipun saya berulang kali memohon agar diizinkan masuk tetapi beliau tetap teguh pada pendiriannya yaitu konsekuensi bagi murid yang terlambat adalah tidak diizinkan mengikuti pelajaran disekolah meskipun hanya terlambat 1 menit,pepat sudah wajah saya yang menggambarkan penyesalan karena tidak bisa mengikuti pelajaran disekolah ,dan mirisnya pada hari itu saya harus mengambil nilai praktek olahraga,tapi apa boleh buat, akhirnya saya dan teman-teman lain yang juga mengalami keterlambatan dengan berat hati harus kembali pulang ke rumah masing-masing.Memang begitulah konsekuensi sekaligus peraturan disekolah SMA Negeri 1 Citeureup bagi siswa yang terlambat datang ke sekolah. Akan tetapi berbeda jika guru yang lain sedang bertugas menjadi guru piket, siswa yang terlambat masih dapat diperbolehkan mengikuti pelajaran, meskipun dimulai dari jam ke 3 pelajaran ,sehingga hanya tidak mengikuti 2 jam pelajaran saja,tentu saja hal ini berbeda dengan yang dilakukan oleh ‘pak Endang’ ,karena memang  beliau sangat ingin menegakan kedisiplinan yang saat ini dikalangan para pelajar sudah sangat kurang,dan ‘pak Endang’ juga pernah berkata “Jangan samakan saya dengan guru-guru lain yang memperbolehkan kalian masuk pada saat kalian terlambat,karena saya ingin kalian disiplin terhadap waktu dan peraturan sekolah,agar kalian merasa jera,sehingga kalian tidak akan mengulang kembali  kesalahan yang sama” begitu tutur beliau.Itulah yang membuat saya kagum terhadap guru yang gemar meminum ‘es cappuccino’ itu.’Pak Endang’ merupakan sosok guru yang patut diteladani,karena beliau bisa menempatkan diri dan bersikap sesuai dengan situasi dan kondisi.Guru yang ternyata juga memiliki hobby menulis ini, memeiliki tampang yang cukup ‘cool’, terlebih lagi beliau selalu berpakaian rapih dan selalu terlihat ‘fresh’,akan tetapi beliau merupakan salah satu guru yang cukup disegani oleh para murid di sekolah saya, karena wibawa dan tampang beliau yang terkesan agak sedikit ‘jutek’ membuat murid-murid di sekolah saya menjadi lebih menghargai dan menjaga sikap mereka,baik itu pada saat jam pelajaran kimia atau pun saat berpapasan dengan beliau di mana saja.Walaupun tampangnya sedikit jutek alias judes tetapi ‘pak Endang’ juga sering bergurau apabila sedang mengajar dikelas, sehingga bisa sedikit menghilangkan kejenuhan murid-muridnya dalam belajar kimia bersama beliau,banyak sekali pelajaran berharga dan kata-kata mutiara yang terlontar dari ucapan beliau,yang dapat saya jadikan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Banyak lagi hal-hal lain yang membuat saya terkagum-kagum pada guru kimia yang rangkap menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bagian humas ini,berkat pengabdiannya menjadi seorang guru yang kurang lebih selama 21 tahun itu beliau telah banyak mencetak murid-murid yang berprestasi,beliau juga telah berhasil menjadi seorang guru yang sukses dan patut dibanggakan,dan perlu diketahui guru yang sangat akrab dengan murid-murinya  dan guru yang sering kali ‘narsis’ pada saat pengambilan foto ini juga mempunyai motto dalam menjalani kehidupannya selama ini yaitu “Baik hati,rendah hati,hati-hati” itulah motto beliau yang dapat diartikan bahwa kita sebagai makhluk sosial harus berbaik hati terhadap sesama, tanpa ada rasa sombong dengan kelebihan yang kita miliki,selain baik hati dan rendah hati atau tidak sombong kita juga mesti ‘berhati-hati’ dalam artian kita harus hati-hati dalam berbicara dan bertingkah laku,pikirkan terlebih dahulu sebelum kita berbicara dan bertindak karena apabila kita melakukan kesalahan atau kecerobohan maka terhapuslah semua kebaikan yang telah kita perbuat .Begitulah motto dan pandangan hidup ‘pak Endang’ dalam menjalani kehidupannya selama ini.Saya sebagai salah satu murid beliau yang mungkin telah mencapai ribuan orang,mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas jasa-jasa beliau yang telah mengajarkan ilmunya kepada saya dan teman-teman yang lain,dan yang telah mendidik saya menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya dan terutama terima  kasih untuk pengabdian beliau dalam berjuang mengajarkan ilmunya tanpa mengenal lelah dan rasa bosan,sehingga kami semua sebagai muridnya terbebas dari belenggu kebodohan.Rasa kagum ini takan pernah berhenti kepada beliau, Sekali lagi muridmu ‘Sekar Ningrum Anggraeni’ ingin mengucapkan “Terima kasih untuk Pengabdianmu” pak Endang Misbach Kurniawan . Saya do’akan semoga guru yang baik ini diberikan umur panjang oleh Allah SWT,agar senantiasa terus bisa mengajarkan ilmunya kepada murid-muridnya,semoga selalu diberikan rizky yang berlimpah,dan senantiasa sehat selalu.Aamiin.

ditulis oleh : Anggi

Please follow and like us:
0
fb-share-icon20
20
Pin Share20

Leave a Reply

Your email address will not be published.