Mengenal Makam Benteng, ada sejak abad ke 18

Pemakaman milik masyarakat Citeureup termasuk Raden Sake dan keluarganya. Dinamakan demikian karena dahulu komplek pemakaman ini dikelilingi tumpukan batu-batu hingga membentuk atau menyerupai benteng, sekarang tidak Nampak satupun tumpukan batunya namun masih ada beberapa warga menyebut makam benteng.

Nisan kuno ini terdapat di komplek “makam benteng” Citeureup. Tertulis huruf pegon pada nisan tersebut yang masih terbaca “Ratu Bagus Abdul Hamid
pulang ke rahmatulloh ta’ala pada 3 hari malem jum’ah bulan Mulud tahun 1260 H.” 3 Mulud (Rabi’ul Ula) 1260 H atau bertepatan pada 23 Maret 1844.
Ratu Bagus Abdul Hamid binti Ratu Nilah (istri Tubagus Zainal Abidin cicit Pangeran Sageri) binti R. Moch Soleh (Ateng Magrib/Eyang Unang Lengo) bin R. Badaruddin (Suriapringga) bin Pangeran Sake bin Sultan Ageung Tirtayasa (Pangeran Surya).
Cicit Ratu Bagus Abdul Hamid adalah R. Mul Sasmawijaya (Tjamat Tjiteureup pertama, pensiun 1930).

Please follow and like us:
0
fb-share-icon20
20
Pin Share20

Leave a Reply

Your email address will not be published.