Setiap penamaan satu wilayah tentu ada asal muasalnya, Mengapa wilayah ini disebut Citeureup ? dari beberapa sumber menyatakan sebagai berikut :

Lukisan Citeureup oleh Abraham Salm ( 1865-1872 )

1, Nama Citeureup secara Harfiah

Sebagian Orang tua di citeureup mengatakan bahwa jaman dahulu di daerah ini banyak terdapat Pohon Teureup sehingga dengan mudah mengatakan bahwa nama Citeureup berasal dari nama pohon ini.

citeureup memang banyak terdapat sungai. Sungai yang satu mengalir dari Babakan Madang melintasi bukit hambalang dan daerah daerah lain hingga ke Bekasi. Sungai yang kedua biasa disebut dengan Cikeas melintasi Cibinong, Kranggan sampai cibubur.

Pohon teureup memang biasa tumbuh dipinggiran sungai, batangnya yang besar seringkali dimanfaatkan oleh penduduk sekitarnya sebagai kayu bakar, bahkan suku badui di banten menggunakan kulit kayu pohon teureup sebagai tas yang mereka sebut “Jarog”,

Pohon Teureup (Wikipedia)

2. Berdasarkan Sebutan Lisan

Nama Citeureup yang kedua diduga berasal dari sebutan Orang belanda dengan sebutan “Het Huis Tjitrap” yang berarti Rumah / Wisma Tjitrap.

Jadi kemungkinan Orang-orang Asing (Belanda / Portugis ) pada waktu itu menyebut Citeureup dengan Tjitrap, atau kemungkinan karena lidah Belanda tidak mudah menyebut konsonan “eu” pada citeureup sehingga mereka lebih mudah melafalkan Citrap daripada Citeureup.

Masyarakat Sunda pada umumnya seringkali membuat segala sesuatu memiliki makna baik itu dari akronim benda tersebut maupun sifat dari bendanya. Satu contoh misalnya agama. Sebagian masyarakat sunda mengartikan agama itu sebagai Aturan Garapeun Manusa yang bila diartikan bahwa agama itu adalah aturan yang harus dikerjakan oleh setiap manusia penganutnya.

Tjiteureup menurut salah satu sumber dari tatanan masyarakat sunda diartikan sebagai berikut :

Tj (C) : Cai, Lemah Cai, dalam bahasa daerah Cai berarti Daerah, wilayah

Teu : artinya tidak pernah

Reup : Sare / Tidur

jadi bisa diartikan Citeureup itu Daerah yang tidak pernah tidur

Kenyataannya dengan banyaknya aktivitas baik pabrik, pasar,toko,dsb yang kegiatannya berjalan terus hingga 24 jam pendapat orang tua dahulu ini ada benarnya

Photo Citeureup tahun 1974


Facebook Comments

2 Comments

  1. trimaksih utk inPO-nya
    semoga bermanfaat buat kita semua
    salam,
    SenoARi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *