Terlalu sering lihat Corona di Media, Bisa bikin Panik ?

Pemberitaan mengenai virus corona di Indonesia sudah muncul sejak wabah ini merebak di Wuhan, China. Pemulangan WNI dari kota itu dan upaya karantina mereka memperoleh porsi pemberitaan lebih banyak. Setelah Presiden Jokowi mengumumkan kasus positif pertama, berita virus corona di media Indonesia semakin melimpah.

Jika memperhatikan media sosial, banyak informasi tidak valid yang beredar. Akhirnya masyarakat yang sudah khawatir menjadi lebih panik dan berusaha melindungi diri dan keluarga dengan cara menimbun makanan ataupun obat-obatan.

Menurut psikolog Intan Erlita, apa yang terjadi di masyarakat saat ini mulai berlebihan. Dia memberi beberapa saran agar tidak ikut terbawa panik seperti yang dilakukan masyarakat lain. (https://www.wartaekonomi.co.id)

“Pertama matikan sosial media. Sosial media itu kan kayak wadah, kita mau cari berita apa saja ada, dari yang benar sampai yang enggak benar. Sebenarnya jari kita dan hati kita yang memilih mau diklik atau enggak, dibaca atau enggak,” kata Intan saat dihubungi Antara, Selasa.

Berita mengenai virus corona banyak dibahas oleh berbagai media, jika tidak ingin semakin paranoid, carilah informasi atau hindari membaca berita yang judulnya bisa memprovokasi orang lain.

Please follow and like us:
0
fb-share-icon20
20
Pin Share20

Leave a Reply

Your email address will not be published.