Pandemi Belum Usai, MUI Serukan Gerakan Bantu Tetangga

Pandemi covid-19 belum usai. Pemerintah, tenaga medis, masyarakat, dan unsur lainnya masih berjibaku untuk menghadapi wabah ini.

Selama wabah covid-19 masih berlangsung, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengimbau setiap masyarakat saling bahu membahu membantu tetangga, terutama mereka yang tergolong dhuafa atau fakir miskin.

Anwar mengatakan, Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan orang yang terjangkit, tapi juga pada masyarakat luas, khususnya di bidang ekonomi. Tidak sedikit karyawan perusahaan mengalami PHK. “Tentu saja orang fakir miskin menjadi unsur masyarakat yang paling terdampak kesehariannya,” papar dia.

Menurut dia, tetangga harus menjadi bagian penting dalam penanganan korban Covid-19 ini. Dalam Islam, seseorang belum dikatakan beriman, baik itu kepada Allah SWT atau kepada Nabi Muhammad SAW, bila masih melihat tetangganya yang kelaparan dan dia tidak tertarik membantu.

Exif_JPEG_420

“Meskipun kita sudah sepuluh kali naik haji, bila membiarkan tetangga kelaparan, kita belum dikatakan beriman dengan baik, bagaimana mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri,” terang dia.

Menurut Anwar, tetangga merupakan unsur masyarakat paling dekat dengan fakir miskin terdampak Covid-19. Dengan saling membantu antartetangga, maka selain menguatkan kehidupan, juga mengeratkan hubungan masyarakat satu dengan yang lainnya.

“Dengan sistem seperti itu, akan terjadi personal contact yang bagus antarasatu orang dengan orang lain,” ujarnya.

Selain lewat tetangga langsung, Anwar mengusulkan agar setiap RT mulai membentuk sekelompok orang untuk menghimpun dana zakat, infak, maupun sedekah untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Misalnya, dia akan membayar infak sedekah untuk tetangga melalui lembaga amil zakat, tetapi oleh lembaga amil zakat dibagi ke tempat lain, itu akan menjadi bermasalah, “Maka harus ada orang yang memungut zakat di tingkat RT lalu kepada penduduk di RT itu dibagi,” paparnya.

Dengan cara seperti itu, menurut Anwar, banyak orang kesusahan di level RT yang terdampak wabah Covid-19 bisa cepat tertolong. RT juga akan lebih mudah menentukan siapa saja penduduk yang paling membutuhkan di daerah tersebut jika sewaktu-waktu ada pihak luar yang memberikan bantuan. Langkah seperti itu, menurut dia, perlu segera diambil agar masalah-masalah lain tidak timbul.

“Sementara perut tiap hari harus diisi, kalau tidak, maka yang punya perut akan merugikan, baik diri sendiri ataupun orang lain,” ujarnya.

Sumber : https://www.jawapos.com/nasional/17/04/2020/pandemi-belum-usai-mui-serukan-gerakan-bantu-tetangga-dhuafa/

Please follow and like us:
0
fb-share-icon20
20
Pin Share20

Leave a Reply

Your email address will not be published.