Bagi anda yang pernah ke Jembatan Atoom yang diapit Desa Citeureup dan Desa Karang Asem Timur, disitu kita akan melihat bekas reruntuhan bangunan di tengah sungai.

Bongkahan batu-bata merah itu menurut beberapa sumber berasal dari Jembatan yang dibangun sekitar tahun 1900. jembatan tersebut merupakan jalur Logistik yang menghubungkan wilayah tersebut hingga ke daerah hambalang.

Bongkahan reruntuhan tersebut juga merupakan sisa kejayaan Mayor Jantje yang mendiami Wisma Tjitrap (Sekarang Bioskop Atoom). beberapa sumber menyatakan berdasarkan beberapa temuan.

Salah seorang diantaranya, Ajat Sudrajat, Warga Desa Sanja. Laki-laki yang juga Budayawan ini bahkan pernah meneliti jenis batubata yang diambil dari bongkahan bangunan tersebut.

Ukuran Bata yang dipergunakan adalah Panjang 28 cm, Lebar 14 cm dan Tebal 5 cm ,” ucapnya saat dimintai keterangan perihal keberadaan sisa bangunan tersebut.

Dimana bata tersebut dibuat…? pertanyaan yang pernah dilontarkan melihat ukuran yang berbeda dari biasanya.

Kampung Lio baru..? Mungkin saja karena nama Lio baru dikenal sejak masa Kolonial Belanda (Dutch gouvernment). Lio sendiri berarti tempat membuat & membakar bata,” jawabnya.

Salah satu sumber yang usianya sekitar 80 tahunan mengaku dahulu saat kecil sering melintasi wilayah tersebut bersama kakeknya. ia membenarkan kalau lewat jalur itu bisa tembus ke hambalang. (AR)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *