Percikan 2021

Sebuah sudut pandang Asalist, kala memasuki bulan perdana tahun 2021. Januari menari, dengan cuaca yang tidak menentu melanda sebagian wilayah negara ini. Kadang-kala panas terik berdebu di siang hari, namun tiba-tiba hujan badai menerpa di senja hari. Banjir bandang hampir menenggelamkan beberapa kota di nusantara.

Mungkin kisah Asalist ini tidak akan seperti cuaca saat ini yang penuh keluh-kesah di kala panas terik, dan tergesa-gesa di kala hujan deras tiba-tiba. Bisa juga cerita ini tidak terlalu menarik untuk dibaca, itu terjadi karena anda terlalu berharap kisah ini akan dapat menghibur diri dalam kehidupan yang nyatanya, kita masih dipeluk “Corona” yang memaksa kita untuk terus berdoa.

Doa dan harapan kita, tentu terus bertumbuh penuh semangat tanpa terpengaruh cuaca. Semangat juang untuk lahirnya manfaat bagi diri sendiri dan bagi orang yang melingkari hidup ini. Semangat untuk memiliki teman sahabat, menguatkan benang ghaib kasih-sayang di antara saudara dan handai-taulan.

Berangkat dari semangat yang terlihat dalam jiwa rekan sejawat, lalu pergi ke tetangga yang terdekat, hingga melanjutkan langkah pasti menuju Citeureupedia yang memikat, mencoba membuka mata dunia bersama teman dan sahabat di sepanjang jalan kenalan, agar terus menjaga semangat keutuhan di dalam ‘ketuhanan’. Bukan semangat menuju tempat keramat, nanti kita malah tersesat.

Percikan semangat ini, hanyalah sebuah abstraksi yang sekiranya mampu menguraikan kedua sisi kontradiktif imajiner tentang hitam dan putih, tentang baik dan buruk, bahkan tentang awal terjadinya semesta hingga akhir yang abadi.

Ini hanyalah pemicu imajinasi anda, bukan sebagai rujukan atau acuan, apalagi pembanding studi anda. Meski ada sisipan-sisipan ilmiah, itu hanyalah bumbu semata. Tentunya kita semua tahu, bahwa masakan tanpa bumbu tak kan pernah mengundang selera.

Begitu pun sebuah cerita, yang jelas bukan hanya kisah sang Adam dan Hawa yang memicu kehidupan saat ini, namun di balik penciptaan keduanya masih ‘menggunung’ kisah-kisah kehidupan yang belum terpublikasikan. Semoga ini menjadi bagian dari tahapan publikasi tersebut, lalu mengalir dan bermuara di hati anda, pembaca. Salam Asalistis.. (Akal Sehat ADAlah Landasan Ikatan Satu Tujuan Insan Sosial)

Please follow and like us:
0
fb-share-icon20
20
Pin Share20

Leave a Reply

Your email address will not be published.