Materi Bahasa Sunda Kelas IX, SMP Islam Ar Ridho Citeureup (sesi-1)

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. Salam pagi dengan kesejukan hujan Januari. Semoga rekan sejawat semuanya senantiasa sehat dalam menjalankan tugas pembelajaran.

Terima kasih khususnya kepada Citeureupedia yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan titipan materi pelajaran Bahasa Sunda, kelas IX SMP Islam Ar Ridho. Semoga bermanfaat untuk semuanya.

Bapak dan Ibu orangtua siswa serta para siswa kelas IX, SMP Islam Ar Ridho dimana saja berada. Untuk penguatan materi semester 2 ini, ada baiknya kita kupas dulu kompetensi inti dan kompetensi dasarnya terlebih dahulu. Ada 2 (dua) kompetensi inti bagi siswa yang harus dipahami sebagai peta acuan pelaksanaan pembelajaran sebelum melangkah lebih jauh pada materi yang lebih detail. Kompetensi inti tersebut adalah :

  • Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan ‘rasa’ ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, ‘teknologi’, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
  • Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dari ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Penting untuk disampaikan secara luas kepada orangtua dan siswa berkaitan dengan kompetensi inti tersebut di atas agar terbangun konstruksi pelaksanaan pembelajaran yang harmonis di tengah pandemik. Adanya kesesuaian cara pandang dan arah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di rumah

Kita sajikan misalnya “Pakeman Basa” atau yang disebut “idiom”, berasal dari bahasa Yunani “idios” yang memiliki arti khas, mandiri, khusus atau pribadi. Maka pengembangan kompetensi inti siswa di rumah, diharapkan orangtua mendorong dan memfasilitasi pula putra-putrinya dalam memahami pengetahuan faktualnya di lingkungan sekitar di mana wilayah Citeureup merupakan bagian lingkungan umum berbahasa sunda.

Secara konsep “Pakeman Basa” diantaranya adalah paribasa, babasan, cacandraan, uga, kapamalian, kila-kila, caturangga, candrasangkala dan repok.

Dalam hal konseptual, tentu saja beberapa orangtua mungkin sangat terbatas wawasan konseptual “Pakeman Basa” tersebut. Pada posisi inilah guru mata pelajaran basa sunda berupaya menjadi fasilitator bagi siswa dan orangtua dalam melepaskan “anak panah” (siswa di rumah) menuju sasaran “kompetensi inti” yang diketahui bersama. Untuk itu mari bersama membuka dan menambah wawasan konseptual tersebut melalui berbagai fasilitas yang tersedia seperti, buku perpustakaan, LKS, bahkan media pembelajaran berbasis teknologi seperti google atau youtube. Dua terakhir yang disebutkan tentu saja tinggal “klik” dan orangtua mendampingi atau mengawasi, bisa juga melihat ‘history’ kunjungan setelah orangtua selesai beraktifitas.

Demikian sementara yang dapat disampaikan berkaitan penyampaian titipan materi “Pakeman Basa” kaitannya dengan kompetensi inti yang diketahui bersama oleh guru (fasilitator pembelajaran), orangtua (pengawas dan pembina langsung), serta siswa sebagai ‘mitra’ belajar bersama di masa pandemi. Wassalam

Please follow and like us:
0
fb-share-icon20
20
Pin Share20

Leave a Reply

Your email address will not be published.