TJITRAP FICTION

Pada sebuah titik di awal sebelum penciptaan semesta. Kegelapan meliputi semua dimensi, ruang dan waktu belumlah tertata. Kemudian terciptalah sebuah cahaya, inti cahaya di tengah kegelapan semesta.

Big-bang! Serta merta dentuman besar terjadi pada inti cahaya ini. Big-bang disertai supernova serupa kembang api tahun baru akhirnya menimbulkan hasil reaksi berupa gumpalan kabut debu dan gas, inilah Nebula. Nebula ini kemudian bermetamorfosis, ber-evolusi, hingga menjadi padat. Dan hari ini, kita lebih mengenalnya dengan sebutan rangkaian tata surya dalam lingkup galaksi bimasakti. Di genggam semesta yang berjaya dalam misteri. Demikian Khalika menghendaki, yang kini kita sebut “ilahi’.

Tujuh masa berselang dalam dimensi semesta. Momentum big-bang dan supernova menumbuhkan ‘embrio’ bumi. Padat dan panas disertai asap pekat terus membubung di langit semesta. Lapisan dalam hingga ke inti bumi ini terus berubah menjadi gumpalan dan cairan mineral logam serta gas yang sangat panas. Letupan-letupan kecil berapi masih terjadi di dasar bumi. Lahirlah ‘merapi’.

Inti cahaya yang mengalami big-bang akhirnya tumbuh menjadi cahaya yang sempurna, inilah cahaya El Mahdi, sang Cahaya Terpuji yang merajai semesta raya. Dia rela berbagi cahayanya pada milyaran bintang dengan menghancurkan diri, sebagaimana dikehendaki oleh Sang Pencipta, …tertuang dalam Kitab Semesta, atau ‘Lao Tjie’ (aliran air atau ‘cai’).

Please follow and like us:
0
fb-share-icon20
20
Pin Share20

Leave a Reply

Your email address will not be published.