Karang Asem Barat – Citeureupedia, Setahun sudah Pandemi melanda negeri ini, dampaknya dirasakan semua kalangan masyarakat, tak terkecuali ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Kelurahan karang asem barat,Citeureup, tepatnya di Kp. Kaum.

Ibu-ibu yang aktif di kegiatan Bank sampah Rumah Bata ini, tetap melakukan kegiatan menimbang,memilah dan memilih sampah yang disetorkan warga setiap 2 pekan sekali. meski cenderung berkurang dibanding tahun – tahun sebelumnya, namun kegiatan tetap dijalankan, toh tidak ada ruginya, kegiatan ini pada kenyataannya mengurangi debit sampah di wilayah ini.

Permasalahan sampah plastik juga menjadi salah satu soal akibat berkurangnya aktivitas di luar rumah yang pengelolaannya perlu disorot saat ini. Hal ini karena sampah plastik dan bekas kemasan makanan akan cenderung meningkat karena akses keluar rumah dibatasi. Adanya keterbatasan akses tersebut mengubah pola konsumen masyarakat yang lebih memilih transaksi melalui layanan seluler. Saat ini rumah makan atau kafe lebih banyak menerima pesan antar dan masih banyak yang memilih menggunakan plastik sekali pakai untuk pengemasan.

Seperti tahun sebelumnya, saat puasa hasil tabungan sampah warga RW 02 di Bank Sampah Rumah Bata dibagikan. meski tidak besar, namun cukup terasa manfaatnya bagi warga. paling tidak, dari sampah yang yang setiap bulan mereka pisahkan ternyata berbuah uang.

“Cukuplah buat beli sembako sama buat sahur di awal puasa,” ungkap salah satu warga nasabah

” yang terpenting sebetulnya kegiatan Bank Sampah ini bisa mengurangi timbulan sampah di lingkungan, kalau tabungan, yak bonusnya aja,” Ucap pengurus bank sampah menambahkan.

Sampah plastik telah lama menjadi persoalan bagi lingkungan. Sebagian besar sampah plastik masih dibuang ke tempat pembuangan akhir bahkan ke laut tanpa proses pengelolalaan lebih lanjut sehingga menggangu ekosistem laut. 

Sebuah menyebutkan bahwa pada tahun 2050 sampah plastik akan lebih banyak jumlahnya dibanding ikan di lautan, jika ini terjadi maka akan mengganggu rantai makanan dan ekosistem. Maka dari itu pada masa pandemi ini, pengelolaan sampah plastik harus segera diperhatikan pengelolaannya dan diminimalisir penggunaannya. Adanya Pandemi Covid-19 telah banyak mempengaruhi sejumlah aspek kehidupan.

Banyak negara dalam hal ini mulai menerapkan sejumlah kebijakan untuk membatasi segala bentuk aktivitas. Melalui berbagai pemberitaan disebutkan bahwa kebijakan lockdown ini membawa dampak pada membaiknya kualitas udara, namun sebenarnya permasalahan baru muncul yakni permasalahan sampah medis dan plastik yang meningkat dikarenakan pemusatan aktivitas di rumah sakit dan di rumah โ€“ rumah. Perlu adanya kebijakan strategis dari pemerintah dan masyarakat untuk memilih opsi yang lebih ramah lingkungan dalam menghadapi permasalahan lingkungan di masa pandemi Covid-19. Karena permasalahan pada lingkungan juga penting dan butuh upaya masif dan konsisten untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *