Sucipto, Memulai usaha dengan 7 Sapi, Sekarang Ratusan

Karang Asem Barat – CIteureupedia ; Sebaik Baik Manusia Adalah Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain, begitulah agama mengajarkan agar setiap kita menebar manfaat bagi sesama. Itu juga kiranya yang dilakukan Sucipto, Peternak Sapi Perah yang sudah lebih dari puluhan tahun menggeluti usahanya.

Saat ditemui Citeureupedia di rumahnya yang berdampingan dengan Peternakan sapi perahnya di kawasan Pasir Ipis RT 03 / 08 Kelurahan Karang Asem Barat, Citeureup, Pria Lulusan UIN ini bercerita awal memulai usaha hingga seputar apa yang dihasilkan dari peternakan sapi perahnya.

Memulai usaha dengan 7 sapi hingga sekarang sudah ratusan sapi tentu bukan cerita sederhana. Pria yang sempat menjadi buruh pabrik ini menjatuhkan pilihan usahanya pada bidang yang masih jarang dilirik. Baginya usaha sapi perah saat itu masing jarang, sehingga ia memutuskan untuk menekuni usaha ini. Ternyata pilihannya mengantarkannya ke pintu kesuksesannya.

Susu perahannya banyak dimanfaatkan masyarakat. Baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual melalui outlet-outlet yang berbahan tambahan susu murni. Setiap hari tak kurang 350 liter dihasilkan. Produk olahannya jangan ditanya, dari Yogurt hingga tahu susu juga menjadi komoditinya. Belum lagi pasokan daging kurban setiap menjelang hari raya kurban.

Namun ternyata bukan hanya itu saja. Kotoran sapi pun ternyata bisa dimanfaatkan. Biogas menjadi produk yang dihasilkan dari kotoran sapinya. Tak kurang dari 60 rumah disekitarnya menggunakan gas yang dialirkan melalui pipa paralon yang di paralel dari instalasi biogas buatannya.

Kalau dihitung secara ekonomi, hal ini tentu cukup membantu. Satu rumah rumah tangga saja bisa menghabiskan 2 hingga 3 tabung gas perbulan, kalau dirupiahkan nilainya setara dengan 75.000 rupiah. Setelah adanya biogas ini tentu membantu mengurangi beban dapur tetangga sekitar sucipto.

Awalnya kotoran sapi itu dibuang begitu saja, sebagian dimanfaatkan buat pupuk untuk rumput selebihnya kadang diambil buat petani yang ada di sekitar Citeureup. Akhirnya ia berfikir memanfaatkan kotoran sapi itu menjadi biogas hingga akhirnya sekarang bisa digunakan untuk memasak.

“ banyak hasil yang bisa diambil dari peternakan ini,” ujarnya mantap.

“ Selain susunya, daging sapinya, hingga Biogas menjadi produk peternakan sapi ini,” tambahnya.

Ia juga membuka diri bagi siapapun yang ingin belajar peternakan sapi maupun produk turunannya. Siapa yang mau belajar silahkan datang ke rumah, begitu ungkapnya (AR/GS)

Please follow and like us:
0
fb-share-icon20
20
Pin Share20

Leave a Reply

Your email address will not be published.