Pemakaman milik masyarakat Citeureup termasuk Raden Sake dan keluarganya. Dinamakan demikian karena dahulu komplek pemakaman ini dikelilingi tumpukan batu-batu hingga membentuk atau menyerupai benteng, sekarang tidak Nampak satupun tumpukan batunya namun masih ada beberapa warga menyebut makam benteng. Nisan kuno ini terdapat di komplek “makam benteng” Citeureup. Tertulis huruf pegonContinue Reading